Dikalahkan Oleh Nyamuk
Sumber : 30 Kisah Teladan, Oleh KH. Abdurrohman Arroisi
Sebagai Panglima perang, Raja Iskandar Zulkarnain tidak pernah kalah. Seluruh negeri yang ditantangnya selalu menyerah. Pedangnya seperti punya mata, dapat menundukkan siapa saja. Tentaranya besar dan gagah berani dengan persenjataan yang kuat. Di medan perang, iskandar zulkarnain adalah ahli taktik dan siasat yang ulung untuk memenangkan peperangan.
Sudah seperdelapan bola bumi dikuasainya oleh Raja Iskandar. Sampai akhirnya, ia menjarah hingga mendekati anak benua india. Pada waktu ia akan menaklukkan negeri itu, tatkala ia sedang menyebrangi sungai Indus, suatu malam ia dihinggapi dan digigit seekor nyamuk kecil. Kecil sekali nyamuk itu. Namun, akibatnya amat fatal. Raja Iskandar jatuh sakit, menderita demem yang hebat Karena nyamuk itu membawa benih penyakit malaria.
Dari hari ke hari sakitnya makin parah. Maka manakala ia merasa bahwa ajalnya sudah hamper dekat, Raja Iskandar memanggil orang-orang kepercayaannya, dan bertitahlah kepada mereka,
“wahai para sahabatku, kalau nanti aku meninggal dunia, masukkanlah aku kedalam peti mati. Tapi bikinlah lubang pada kedua sisi peti matiku itu. Jujurkanlah kedua tanganku keluar melalui lubang itu. Lantas tempatkan peti matiku ke dalam sebuah kereta jenazah yang terbuka. Araklah kereta itu kembali ke makdonia dengan lambat-lambat, agar bangsa-bangsa yang pernah kutaklukkan di sepanjang perjalanan menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa Iskandar yang agung, yang perkasa, yang selalu menang perang, pada waktu matinya tidak membawa apa-apa. Tidak sebungkah emas pun digenggamnya dari harta rampasan yang begitu banyaknya. Supaya para raja, para penguasa, dan para panglima di belakangku kelak, tidak akan sombong dengan kekuasaan mereka. Sebab, ternyata ujung semua kebesaran, keagungan adalah kematian dan manusia tidak berdaya untuk menghindarinya”.

Facebook Comments