PP Jabal Hikmah Suwangi, Rubah Clasmeeting Jadi Diklat Dasar Jurnalistik

PP Jabal Hikmah Suwangi, Rubah Clasmeeting Jadi Diklat Dasar Jurnalistik
Pelatihan Dasar Jurnalistik untuk team Jeha Expose
PP Jabal Hikmah Suwangi, Rubah Clasmeeting Jadi Diklat Dasar Jurnalistik

Oleh : Suswari |

SAKRA, expose.jabalhikmah.org – Pondok Pesantren Jabal Hikmah Desa Swangi Timur, Kecamatan Sakra, menambah warna kegiatan santri. Jika biasanya setiap usai ujian semester, kegiatan santri diisi dengan classmeeting. Namun di tahun ini, classmetting diganti dengan memberikan Pelatihan Dasar Jurnalistik.

Pelatihan yang digelar Senin (14/12/2020) berlangsung sehari penuh dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00 dengan peserta sebanyak 30 orang santri yang tergabung dalam team Jeha Expose dari tingkat SMP hingga MA lingkungan YPP Jabal Hikmah.

Pelatihan yang diinisiasi Pimpinan Pondok bagian Kesantrian itu menghadirkan dua orang wartawan senior Lombok Timur yakni Lalu M. Kamil AB dan Hanapi Tayyib S.Pd, M.Si sebagai Narasumber.

Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Hikmah, Imam Syahputra Yamin S.KM, dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan memaparkan beberapa foint yang menjadi tujuan dari pelatihan. Salah satu yang dipaparkan bahwa YPP Jabal Hikmah sudah memiliki media namun masih belum memilik penulis yang memenuhi standar.

“Jabal Hikmah punya team jurnalistik yang sudah lama dibentuk dan sudah menerbitkan 46 edisi dalam bentuk tabloid, tetapi masih kurang dalam teknis penulisan yang sesuai dengan standar jurnalistik, sehingga kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan ini”, katanya.

Lebih lanjut, Mahasiswa S2 Universitas Indonesia itu menyampaikan bahwa santri Jabal Hikmah tidak hanya belajar di kelas, melainkan banyak belajar di luar kelas sehingga santri jabal hikmah memiliki banyak pengalaman. "Pelatihan ini kami laksanakan sebagai bekal para santri jabal hikmah menghadapi era global sekarang ini”, harapnya.

Alumnus Universitas Muhamadiyah Malang itu mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini, Jabal Hikmah mampu melahirkan wartawan-wartawan hebat dan professional, minimal memiliki para penulis-penulis untuk kebutuhan lingkungan pondok.

Materi yang disajikan fasilitator di antaranya, Pengenalan Ragam Berita, Tehnik Peliputan dan Tehnik Penulisan Berita. Kedua narasumber menyampaikan dasar-dasar jurnalistik secara fanel.

"Materi yang kami sampaikan ini hanyalah materi dasar yang standar. Cukup sementara untuk kebutuhan lingkungan pondok. Kalau untuk menuju mahir, tak mungkin bisa sehari. Dibutuhkan praktik menulis berita secara kontinue", terang Lalu M. Kamil Ab selaku narasumber.

Nampak para peserta mengikuti pelatihan dengan serius. Terbukti, sanggup mengikuti pelajaran dari pagi hingga sore. Dalam sessi praktik, semua peserta aktif berdiskusi. Suasana pelatihan semakin seru karena diwarnai dengan gaya kocak Lalu M. Kamil Ab dalam menyajikan materi. (sus)