2022 Milad Ke-15 Ponpes Jabal Hikmah, 58 Santri Diwisuda
Milad Ke-15 Ponpes Jabal Hikmah, 58 Santri diwisuda
Jeha Expose - Pondok Pesantren Jabal Hikmah Kecamatan Sakra Menyelenggarakan Acara Milad Ke-15 Tahun 2022 dirangkaikan dengan Yudisium dan Wisuda Santri dari MI, SMP Islam dan MA Plus Keterampilan Jabal Hikmah, bertempat di Lapangan Utama Pondok Pesantren Jabal Hikmah. (22/06/2022)
Santri yang diwisuda ini terdiri dari 23 Santri MI, 28 Santri SMP Islam dan 9 Santri MA Plus Keterampialn Jabal Hikmah. dan para santri ini didampingi oleh wali masing-masing. Pengurus Ponpes bagian Kesantrian menginformasikan bahwa acara ini dihadiri kurang 150 tamu yang terdiri dari Wali santri, Penjabat pemerintahan, Dinas Dikbud Lotim, UPTD, KUA, Polsek, Danramil, Pemerintah Desa dan Kepala Sekolah sekitar Pondok pesantren Jabal Hikmah dan tamu lainnya.
Acara Milad ini telah dirangkaikan sebelumnya, ada kegiatan Semarak Milad yang didahului dengan Lomba Futsal Jabal Hikmah Cup (JHFC), kemudian baru ada kegiatan Lomba Semarak Milad ke-15 seperti Lomba Adzan, Tahfidz, Karaoke Islami, Fashion Show, LCC, Pidato dan Festival Hadroh yang dimulai dari tanggal 15 Mei dan berakhir pada tanggal 20 Juni 2022.
Acara Milad ini diisi sambutan oleh Pimpinan Ponpes Jabal Hikmah, dan kemudian atas nama pemerintah Lombok Timur yang diwakili oleh Camat Sakra, kemudian dari Dikbud Lotim diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP, dan terakhir Tausiah Milad sekaligus nasihat kelulusan untuk para santri oleh TGH. Khairun Nasirin, QH., LC. dan ditutup do'a oleh TGH. Safarhadi, QH.
Ust. Mashar selaku Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Hikmah menyampaikan dalam sambutannya bahwa acara milad ini dijadikan sebagai sarana evaluasi, dimana yang diwisuda ini adalah hasil dari program Kepondokan. “kami jadikan acara milad ini sebagai sarana evaluasi bagi kami, yang diwisuda ini adalah dari program kepondokan yang sesuai dengan kurikulum pondok” katanya.

“kami desain kurikulum pondok dari RA apa yang harus mereka bisa, dari bacaan Al-Qur’annya, dari fiqihnya, dari Akidahnya. Masuk di MI kami lanjutkan, masuk ke SMP kami lanjutkan dan masuk di MA kami, kalau MA kami prioritaskan ke Keterampilannya, itu semua kami buat menjadi kurikulum pondok” tambahnya.
Kabid Pembinaan SMP Dikbud Lotim, Baiq Lian Krisnayutarti, menyampaikan selamat kepada santri-santriwati yang menamatkan pendidikan pada jenjang MI, SMP Islam dan MA. Ibu Kabid berpesan agar penamatan ini dijadikan awal dan jangan ada yang putus sekolah.
“selamat saya ucapkan kepada anak-anak yang sudah menamatkan dan menyelesaikan pendidikannya di jenjang pendidikan baik MI, SMP, dan MA. Tentunya penamatan hari ini bukan akhir dari pendidikan anak-anakku semua, jadikan ini sebagai awal dan jangan sampai ada yang putus sekolah” pesannya.

Sedangkan wakil bupati Lombok timur yang sudah diundang tidak bisa hadir karena akan mendapingi istrinya ke rumah sakit. Dan beliau di wakili oleh staf ahli bupati Lombok timur.
Selepas sambutan-sambutan, acara selanjutnya pembacaan surat keputusan dewan juri lomba takmir milad oleh Sterring Committee Acara, Ust. Muhammad Nurikhsan, S.Pd.

Kemudian dilanjutkan persembahan dari Santri MI dan SMP. Yaitu Pidato 3 Bahasa yang menggunakan Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Kemudian serah terima dan penarikan Santri Pengabdi dari Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada. Pimpinan pondok menyampaikan terima kasih kepada pengabdi pertama, selama 1 tahun bersama di jabal hikmah.

Selanjutnya Prosesi Yudisium dan Wisuda Santri, dimulai dari MA diwisuda oleh kepala madrasah L. Bahrudin, S.Sos.I, SMP oleh Wakil Kepala Sekolah Ust. Samsul Hadi, S.Pd., M.Ling dan MI Oleh Kepala Madrasah Ust. Moh. Asgar Ependi, QH., S.Pd.I. kemudian penyerahan penghargaan santri terbaik tahun 2022 oleh pimpinan pondok.

Acara terakhir pengajian tausiah Milad oleh TGH. Khairun Nasirin, QH., LC. Beliau berpesan kepada santri-santriwati yang sudah tamat dan semua tamu undangan untuk mengamalkan ilmu yang didapat selama di bangku sekolah.

“ilmu yang tidak diamalkan itu seperti dengan lampak laguk ndek ne ketaoq nek laik lampa. Ilmu yang tidak diamalkan itu seperti lilin, dia menerangi disekitarnya tapi menghancurkan dirinya sendiri. Ilmu yang tidak diamalkan itu seperti orang yang lagi memanah tapi tidak punya tali panah. Ilmu yang tidak diamalkan itu seprti pohon yang tidak berbuah”. pesannya dalam tausiah.
Kemudian acara ini ditutup Do’a oleh TGH. Safarhadi, QH.

Facebook Comments